Tanaman rumput kebar (Biopytum petersianum) dan rumput krambilan (Biophytum sesitivum) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Rumput kebar (Biopytum petersianum) dimanfaatkan oleh masyarakat Papua sebagai obat kesuburan wanita dan rumput krambilan (Biopytum petersianum) dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa sebagai obat peluruh air seni.
Kandungan zat kimia yang diketahui antara lain yaitu Alkaloid, Cyanidin dan Delphinidin, Saponin atau Sapogenin. Seringkali tidak terdapat flavonoid tetapi terdapat cairan elagic dan proanthocyanidin yang mengandung nutrien dan banyak bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya adalah untuk persediaan vitamin.
Ada beberapa penelitian yang bertujuan untuk mengetahui berapakah kadar vitamin B12, Asam folat, C dan E pada tanaman rumput kebar (Biopytum petersianum) dan untuk mengetahui berapakah kadar vitamin B12, Asam folat, C dan E pada tanaman rumput kebar (Biopytum petersianum). Penentuan kadar vitamin B12, Asam folat, dan E menggunakan metode spektrofotometri, sedangkan untuk analisis vitamin C yaitu menggunakan metode titrasi.
Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa rata-rta kadar vitamin B12 pada tanaman Biophytum petersianum yaitu 5,919 mg/kg dan kadar rata-rata vitamin B12 Biophytum sensitivum yaitu 5,862 mg/kg. Kadar rata-rata vitamin B9 pada tanaman Biophytum petersianum yaitu 2,179 mg/kg dan kadar rata-rata vitamin B9 Biophytum sensitivum yaitu 1,887 mg/kg.
Kadar rata-rata vitamin C pada tanamnan Biophytum petersianum yaitu 5,764 mg/kg dan kadar rata-rata vitamin C Biophytum sensitivum yaitu 5,457 mg/kg. Kadar rat-rata vitamin E pada tanamnan Biophytum petersianum yaitu 6,440 mg/kg dan kadar rata-rata vitamin E Biophytum sensitivum yaitu 6,395 mg/kg.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar